Remarketing dan Retargeting, Mana yang Lebih Baik untuk Produk mu?

Daftar isi

strategi remarketing dan retargeting
Photo by Campaign Creators on Unsplash

Bagikan artikel ini

Sebagian dari kalian mungkin masih bingung apa itu remarketing dan retargeting. Jika harus memilih diantara keduanya, kira-kira mana yang lebih tepat?. Disini saya akan membahas lebih lanjut mengenai definisi, perbedaan, cara kerja serta kekurangan dan kelebihan dari retargeting dan remarketing sehingga dapat menjadi acuan bagi Anda dalam menentukan strategi kedepannya.

Pengertian Remarketing dan Retargeting

Remarketing dan Retargeting memiliki definisi yang sama yaitu sebagai salah satu strategi pemasaran digital yang bertujuan untuk menargetkan kembali pengunjung website / aplikasi dari brand Anda. Hanya saja perbedaan diantara keduanya terdapat dari media yang digunakan.

Lantas, Apa Perbedaannya?

Mengutip dari amazon ads, Remarketing dilakukan secara manual yaitu dengan cara menghubungi kembali user (target) tersebut melalui kontak yang telah ditinggalkan. Bisa melalui email, aplikasi atau bahkan melalui WhatsApp dengan tujuan yang beragam. Tujuan tersebut dapat berupa mengingatkan produk yang sudah masuk ke dalam keranjang belanja, penawaran khusus atau pesan lain yang mendorong terjadinya pembelian yang belum terealisasi.

Sedangkan Retargeting dilakukan secara otomatis melalui platform periklanan seperti Google Ads, Facebook Ads. Cara kerjanya yaitu dengan memanfaatkan cookie pengguna untuk melacak perilaku dan minat pengguna selama berselancar di internet. cookie ini didapatkan ketika user mengakses sesuatu baik itu di website maupun di aplikasi. Sehingga iklan yang ditampilkan kepada user lebih relevan sesuai dengan minat user terhadap produk yang telah berinteraksi sebelumnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa gadget yang Anda gunakan secara diam-diam merekam segala aktivitas yang Anda lakukan. Seperti halnya Meta, induk dari Facebook yang secara gamblang menyatakan bahwa mereka aktif dalam mengumpulkan data pengguna guna dimanfaatkan oleh pihak ketiga dalam kebutuhan periklanan. Tentunya ini sangat membantu pengiklan agar produknya tepat sasaran.

Lebih lanjut, berikut merupakan contoh sederhana dari bentuk strategi remarketing dan retargeting:

Contoh Remarketing dan Retargeting

Contoh Remarketing

Anda berniat membeli sebuah hosting di salah satu penyedia hosting ternama di Indonesia. Sebelum memasukan produk kedalam keranjang, Anda diminta untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu. Tetapi atas alasan tertentu, Anda tidak jadi membeli produk tersebut. Beberapa waktu kemudian, Anda menerima email penyedia hosting tersebut yang berisikan penawaran khusus untuk paket hosting yang tidak jadi Anda beli.

Contoh Retargeting

Anda tertarik kepada salah satu produk kecantikan yaitu Azarine dan berniat mencari tahu informasi seputar produk tersebut di Google dan Youtube. Tapi seiring berjalannya waktu, Anda belum jadi membeli produk tersebut melalui marketplace yang Anda. Maka secara otomatis ketika anda membuka Instagram atau searching sesuatu di browser, akan muncul iklan produk yang tidak jadi Anda beli tersebut.

Retargeting VS Remarketing, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Seperti halnya remarketing dan retargeting, tapi dengan riset yang mendalam tentang produk dan target pasar akan memaksimalkan keuntungan yang didapatkan dalam memasarkan produk.

Remarketing

Kelebihan

Personalisasi pesan. Strategi ini memungkinkan pesan dapat disesuaikan sehingga terlihat lebih personal bagi target pembeli.
Meningkatkan konversi.

Kekurangan

Keterbatasan jangkauan. Strategi ini hanya efektif jika Anda memiliki informasi kontang pengunjung yang telah berinteraksi dengan produk Anda.

Retargeting

Kelebihan

Meningkatkan brand awareness. Iklan yang relevan dengan minat pengguna akan menguatkan awareness sehingga pengguna lebih akrab dengan brand Anda.
Meningkatkan konversi

Kekurangan

Kekhawatiran privasi pengguna, Iklan yang secara terus menerus muncul dapat mengganggu kenyamanan pengguna, terlebih jika minat produknya sangat privasi.
Jumlah iklan yang ditampilkan berlebihan. Iklan yang tidak diatur dengan baik dapat mengganggu pengalaman pengguna dikarenakan iklan yang terus muncul.

Pendapat Penulis

Gunakan Strategi Remarketing Jika Produkmu Bergerak di Bidang:

Layanan berlangganan
Meliputi layanan streaming musik dan video, platform belajar online dan layanan keanggotaan.
Penyedia software
Meliputi software bisnis dan security.
Layanan Profesional
Meliputi konsultan bisnis, agen pemasaran digital dan produk keuangan.
Produk B2B
Meliputi bahan baku industrik, alat kerja dan perlengkapan kantor.

Gunakan Strategi Retargeting Jika Produkmu Bergerak di Bidang:

Produk ada di e-commerce
Meliputi fashion, produk kecantikan, aksesoris, elektronik dan peralatan rumah tangga serta kebutuhan pribadi lainnya.
Travel dan pariwisata
Meliputi tiket pesawat, paket liburan, penginapan dan layanan transportasi
Otomotif
Meliputi jual beli kendaraan, sparepart dan layanan perawatan kendaraan.
Elektronik
Meliputi smartphone, laptop, kamera dll

Jika Anda tertarik dengan retargeting, Anda dapat mempelajarinya lewat artikel berikut : Retargeting : Simak Konsep Dasar dan Cara Kerjanya.

Kesimpulan

Poin penting yang harus diperhatikan dalam menentukan strategi mana yang akan diterapkan antara remarketing dan retargeting adalah dengan mempertimbangkan target pasar, lini bisnis Anda bergerak dalam bidang apa serta budget yang Anda miliki.

Karena setiap bisnis dan produk memiliki karakteristiknya masing-masing. Retargeting lebih cocok jika target sasarannya adalah perorangan yang dalam mengambil keputusan pembelian tidak menunggu keputusan dari atasan. Sedangkan remarketing lebih cocok ke produk yang sifatnya pelayanan dan profesional seperti B2B. Email penawaran akan memberikan kesan lebih profesional dan dapat diteruskan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

Kedua strategi ini sama-sama efektif dalam memaksimalkan peluang terjadinya konversi. Jika sumber daya memumpuni, tidak ada salahnya untuk menerapkan keduanya. Perpaduan antara remarketing dan retargeting tentunya akan menghasilkan hasil yang maksimal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *