4 Jenis Reksadana Syariah Paling Populer di Indonesia

Daftar isi

jenis reksadana syariah

Bagikan artikel ini

Investasi bekalangan ini cukup populer di Indonesia. Berbagai platform pun banyak bermunculan seperti Bibit dan Ajaib yang menawarkan kemudahan pengguna dalam berinvestasi. Dikarenakan kepopulerannya tersebut, prinsip syariah dalam berinvestasi mulai diterapkan yang tujuannya adalah menyasar masyarakat dengan latar belakang islami. Salah satu produksinya adalah Reksadana syariah. Yuk simak lebih lanjut jenis reksadana syariah paling populer di Indonesia!

Apa itu Reksadana Syariah?

Reksadana Syariah adalah jenis reksadana yang berinvestasi dalam instrumen keuangan yang mengacu pada prinsip-prinsip syariah dalam islam. Prinsip tersebut mengacu pada larangan investasi dalam sektor yang dianggap haram dan bertentangan dengan ajaran islam seperti perjudian, minuman keras, riba dan perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang non halal.

Prinsip-prinsip Syariah dalam Reksadana Syariah

Larangan Riba
Secara sederhana riba adalah penambahan nilai yang melebihi nilai awal dari suatu pinjaman atau transaksi keuangan. Contoh sederhana-nya adalah bunga pinjaman. Riba dianggap merugikan pihak yang lebih lemah.
Larangan Gharar
Gharar adalah istilah dalam hukum islam yang mengacu pada ketidakjelasan dan ketidakpastian dalam suatu transaksi. Jadi, jenis reksadana ini tidak diperbolehkan berinvestasi pada instrumen yang tidak memiliki tujuan yang jelas.
Larangan Maisir
Maisir adalah istilah dalam hukum islam yang mengacu pada praktik perjudian. Untung-untungan yang didasarkan pada spekulasi saja.
Larangan Haram
Apapun yang berkaitan dengan sesuatu yang haram dilarang dalam islam. Reksadana syariah harus menghindari investasi pada perusahaan yang bergerak dalam bisnis minuman keras, perjudian, dan produk lain yang tidak memiliki sertifikasi halal.

4 Jenis Reksadana Syariah Terpopuler di Indonesia

Berikut merupakan 4 jenis reksadana syariah yang diakui dan resmi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Sekilas, OJK merupakan lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam mengawasi dan mengatur transaksi keuangan termasuk pasar modal. Reksadana tersebut dianggap populer dinilai dari segi kemudahan investasi yang dilakukan dan tersedia di banyak platform investasi.

1. Reksadana Saham Syariah

Jenis reksadana ini menginvestasikan dana dengan cara membeli saham perusahaan yang sesuai dengan prinsip syariah. Biasanya, pada produk reksadana ini akan menyertakan portofolio investasi yang didalamnya terdapat daftar perusahaan yang memenuhi kriteria. Investasi pada produk saham syariah ini masuk kedalam investasi jangka panjang dan memiliki tingkat resiko tinggi.

Berikut merupakan kelebihan dan kelemahan dari jenis reksadana ini:

Kelebihan yang didapat dari reksadana ini adalah pada keuntungan yang didapat dari pertumbuhan nilai investasi
Kelemahan terdapat pada resiko yang tinggi dikarenakan fluktuasi harga saham perusahaan yang dibeli.

2. Reksadana Pendapatan Tetap Syariah

Jenis reksadana ini menginvestasikan dana yang mengacu pada instrumen pendapatan tetap yang sesuai dengan prinsip syariah.

Berikut merupakan kelebihan dan kelemahan dari jenis reksadana ini:

Kelebihan yang didapat adalah potensi penghasilan tetap dengan resiko yang lebih rendah dibandingkan dengan reksadana saham syariah.
Kelemahannya terdapat pada pertumbuhan keuntungan yang didapat lebih rendah dibandingkan dengan saham.

3. Reksadana Pasar Uang Syariah

Reksadana pasar uang syariah menginvestasikan dana dalam instrumen pasar uang yang mengacu pada prinsip syariah. Investasi tersebut mencakup deposito syariah, sukuk syariah jangka pendek dan instrumen lain yang sejalan dengan prinsip ini.

Berikut merupakan kelebihan dan kelemahan dari jenis reksadana ini:

Kelebihan reksadana ini adalah pada likuiditasnya yang tinggi dengan resiko yang lebih rendah
Kelemahannya sama seperti reksadana pendapatan tetap syariah, dimana potensi penghasilan lebih rendah yang sebanding dengan resiko investasi yang dijalankan.

4. Reksadana Campuran Syariah

Reksadana campuran syariah adalah reksadana yang memadukan instrumen pendapatan tetap dengan saham yang tentunya tetap mengacu pada prinsip syariah. Tingkat resiko medium yaitu berada di bawah reksadana saham dan diatas reksadana pasar uang.

Berikut merupakan kelebihan dan kelemahan dari jenis reksadana ini:

Keuntungannya adalah diversifikasi resiko dan pertumbuhan nilai sebuah investasi.
Kelemahannya ada pada resiko fluktuasi harga saham, sedangkan instrumen pendapatan tetap cenderung lebih stabil.

Lebih lanjut, Anda dapat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap investasi yang telah Anda lakukan. Salah satu metode sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan cara menghiting ROI (Return on Investment) untuk mengetahui rasio keuntungan investasi yang Anda lakukan.

Kesimpulan

Reksadana syariah hadir sebagai jawaban bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dengan mengedepankan kaidah-kaidah islam. Secara umum terdapat 4 jenis reksadana syariah yang populer di Indonesia. Faktor pembeda dari keempat jenis tersebut ada pada resiko investasi yang dijalankan.

Reksadana syariah merupakan pilihan bagi Anda jika Anda tidak memiliki waktu lebih dalam melakukan riset panjang dalam berinvestasi. Manajer investasi akan mengelola dana Anda untuk diinvestasikan pada instrumen investasi. Portofolio yang dimiliki oleh manajer investasi dapat membantu Anda dalam mengetahui tujuan dari investasi dana Anda.

Jadi sebelum berinvestasi pada produk reksadana. Alangkah lebih baik jika Anda lakukan kajian terlebih dahulu terkait faktor resiko dan kesiapan diri sebelum berinvestasi. Jangan sampai Anda terlalu panik akibat fluktuasi nilai investasi yang akhirnya dapat merugikan Anda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *