Gemini AI milik Google Lebih Powerful Dibanding ChatGPT

Daftar isi

Google Rilis Gemini AI

Bagikan artikel ini

Perkembangan AI belakangan ini sangat melesat dengan tajam. Banyak perusahaan teknologi berlomba menciptakan AI paling powerfull. Baru saja kemarin OpenAI me-release GPT-4 yang dinilai lebih powerfull dibanding pendahulunya yaitu ChatGPT-3. Eh belum juga berganti tahun, google telah merelease AI terbarunya yaitu Gemini AI. Lantas apa yang menjadi kelebihan dari Gemini sampai dinilai lebih powerfull dibandingkan dengan GPT-4?

Apa itu Gemini AI?

Gemini AI merupakan Artificial Intelligence yang dikembangkan oleh tim Google DeepMind dengan induk perusahaannya adalah Google dan Alphabet. Fokus utama dari AI ini adalah bagaimana sebuah interaksi yang terjalin antara manusia dengan mesin dapat dipahami dengan bahasa yang lebih alami dan akurat serta kemudahan integrasi pada aplikasi yang akan dikembangkan.

Tentunya interaksi tersebut dapat menciptakan kesan hubungan yang lebih hangat antara mesin dan manusia. Terjalinnya hubungan yang hangat tersebut akan berdampak sangat besar pada bagaimana interaksi yang terjalin antara manusia dengan mesin.

Pemahaman-nya pun tidak terbatas pada teks saja, tetapi AI ini dapat memahami gambar, video bahkan audio. Fun fact, kita dapat berinteraksi secara intens dengan Gemini layaknya komunikasi antar manusia. Hal tersebut diungkapkan dalam video yang diunggah oleh Google:

Secara umum terdapat 3 versi dari Gemini yaitu:

Gemini Nano berjalan di smartphone khususnya Google Pixel 8. Sehingga AI tidak perlu terhubung dengan server pusat dalam merespon keinginan penggunanya.
Gemini Pro terintegrasi dengan Google yang mensupport versi terbaru dari Bard AI. Versi terbaru ini dapat memahami pertanyaan yang kompleks dengan waktu respon yang lebih cepat. Kalian dapat mencoba Google Bard langsung melalui browser kalian loh.
Gemini Ultra yang saat ini penggunaannya masih terbatas. Versi ini dirancang untuk tugas yang sangat kompleks.

Alasan Gemini AI Lebih Powerfull Dibandingkan GPT-4

Sebagian besar, GPT-4 masih berbasis teks dalam merespon maupun memberikan perintah (prompt). Kehadirannya juga masih berdiri sendiri, dikarenakan dalam menganalsisis gambar masih menggunakan DALL-E 3 dan Whisper dalam menghasilkan gambar dan proses audio.

Berbeda dengan GPT-4, Google memiliki fokus utama dalam mengembangkan AI ini yaitu dalam hal interaksi yang hangat dan integrasi. Fleksibilitas integrasi membantu perusahaan mengembangkan aplikasi untuk mendukung sektor bisnisnya.

Layanan Aplikasi Praktis yang Dihadirkan oleh Gemini AI

Aplikasi praktis ini kemungkinan besar memakai versi Gemini Ultra, sehingga dalam pengembangannya masih sangat terbatas dikarenakan belum terbuka secara umum. Beberapa aplikasi tersebut berupa:

Aplikasi Layanan Pelanggan. Interaksi pengguna dengan perusahaan terjalin melalui chatbot AI yang lebih responsif atas pertanyaan dan keluhan pelanggan.
Aplikasi Penunjang Pemasaran. Gemini AI dapat menjadi analsis setiap strategi pemasaran yang akan dijalankan oleh perusahaan. Memahami perkembangan tren dan preferensi konsumen melalui analisis data yang ada.
Integrasi dengan Sektor Industri Lainnya. Kecerdasan buatan ini menawarkan fleksibilitas yang memumpuni sehingga dapat diterapkan ke berbargai sektor Industri. Kemungkinan besar hadir dalam bentuk virtual asisten. Dengan basis data yang besar Gemini AI dapat dengan mudah memecahkan sebuah masalah dengan analisis yang komprehensif.

Cara mendapatkan Akses Gemini AI

release date Gemini AI

Saat ini Gemini baru tersedia dalam versi Nano dan Pro. Sedangkan untuk versi ultra masih dalam pengembangan. Jika dilihat dari fleksibilitasnya, kemungkinan besar versi pro akan dirilis dalam bentuk API yang dapat diintegrasikan langsung melalui aplikasi yang akan dibuat.

Dikutip dari website Gemini AI, Google akan membuka akses integrasi kepada Gemini tanggal 13 Desember 2023 melalui Google AI Studio dan Google Cloud Vertex AI. Buat kalian para developer, persiapkan diri kalian yaa.

Kesimpulan

Gemini merupakan trobosan besar teknologi AI di penghujung tahun 2023. GPT-4 yang lebih populer pun dirasa kalah saing dengan hadirnya AI ini. GPT-4 berfokus pada layanan yang membantu pihak ketiga dalam mengembangkan aplikasi. Sedangkan Gemini AI berfokus pada produk dengan fleksibilitas integrasinya yang dapat membantu ekosistemperusahaan.

Terdapat 3 versi yang hadir yaitu, Nano, Pro dan Ultra. Versi Nano sudah tersedia di Google Pixel 8 dan Pro sudah hadir dalam chatbot google yang terintegrasi dengan Bard Google. Sedangkan versi Ultra masih dalam pengembangan dengan penggunaan yang masih terbatas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *